Aku tak sampai berfikir jauh ketika kami saling bercerita panjang di layar messenger, hingga dia mengetik seuntai kalimat “Boleh kk cerita dikit sama nina“. Aku pun mengiyakan pertanyaannya. Hampir 10 menit layar laptopku kembali memberikan bunyi tanda pesan baru masuk. 10 menit, waktu yang cukup lama buatku apabila harus menunggu dan tidak melakukan apa-apa. Tetapi baru 5 menit, perutku mulas dan tidak bersahabat. Alhasil, 16 menit waktu yang terlewatkan bagiku untuk membaca kelanjutan ceritanya. Sungguh aku tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata bagaimana keadaanku saat itu setelah membaca pesan-pesan baru darinya dilayar messengerku.

Ia menyatakan niatnya untuk serius denganku, walaupun kami tidak pernah bertemu muka sebelumnya untuk pertama kalinya. Kami hanya kenal melalui dunia maya, dan sebelum kedekatan ini, kami sudah saling mengenal juga. Kebetulan ia adalah seniorku waktu sekolah menengah dulu, tapi jauh 4 tahun di atasku. Niatnya untuk serius membuat darahku tiba-tiba berhenti mengalir, sungguh aku tak menyangka sebelumnya. Aku cuma mengatakan kalau kita jalani dulu hubungan ini dan ia pun menyetujuinya. Baru kutahu beberapa hari setelah itu bahwa ia telah berniat dekat denganku sebelumnya. Akhirnya aku pun jujur padanya kalau aku telah lebih lama mengenalnya berbanding ia mengenal diriku. Ya, aku tidak bisa mengingkari, aku mulai kagum padanya sejak 3 tahun lalu, sejak aku mengamatinya melalui blog dan cerita-cerita di dalamnya. Mungkin sebagian orang aneh kalau mendengar tentang hal ini, mengagumi seseorang hanya dari tulisan-tulisannya. Tapi bagiku ini sesuatu hal yang membuat aku makin mengetahui bagaimana seseorang itu melalui apa yang ditulis dan diungkapkannya. Terkadang hal-hal yang kecil sekalipun bisa memberikan arti yang sangat bermakna. Sampai-sampai blognya menjadikanku inspirasi untuk tetap maju dan terus bersemangat, hingga pernah aku berniat untuk menyambung s2ku ke negara tempatnya belajar. Sungguh, kalau aku ingat hal itu, aku jadi tersenyum-senyum sendiri. Tapi yang tidak pernah ada di fikiranku hingga waktu itu, aku tidak mungkin dan tidak akan pernah mengatakan hal ini kepada orangnya secara langsung. Subhanallah, Allah telah mendekatkanku padanya, orang yang aku fikir hanya bisa kuamati secara diam-diam, orang yang kufikir tak kan mungkin kenal akan diriku dan tidak pernah berharap lebih untuk mengenalnya lebih dekat. Ya, kuasaMu sangat besar ya Allah, aku bersyukur untuk mempertemukanku dengannya, semoga Engkau meridhoi hubungan kami untuk melengkapkan setengah dinul kami, amien.