*Telat ngepos sebenernya… ga sempat online, pas dah online lupa pulak😀

Yap,,, dari judulnya aja seperti lagunya KD yah, tapi sebenarnya bukan lagu teman-teman. Tapi memang sekarang keadaan saya persis banget dengan lagu ini, yaitu menghitung hari buat “merit”. OMG!!!,,, Padahal kalau dihitung mundur setahun yang lalu, waktu itu saya masih berkutat dengan kesibukan S2 saya yang mana pernah terlintas kalau S2 itu ga bakal putus dalam setahun. Alhamdulillah, Allah melancarkan segala usaha-usaha saya. Dan bisa dibilang juga, setahun yang lalu itu, saya belum bias dibilang “dekat” dengan tunangan saya sekarang ini, boro-boro mau mikir bakal nikah dengannya setahun ke depan. Tapi rencana Allah selalu indah, selalu tak terbayangkan dengan kita. Semua telah diatur dengan sempurna. Terkadang hal yang terjadi pada kita bukan terbaik menurut kita, tapi sebenarnya itulah yang yang terbaik oleh Allah, subhanallah..

Berdasarkan waktu sekarang ini, 8 Februari 2011, tinggal 3 hari lagi waktu saya akan mempunyai tanggung jawab yang lebih besar lagi. Kehidupan yang memang akan saya jalani bersama orang yang insyaAllah dan saya harapkan akan menemani hidup saya dunia akhirat,amiin. Mungkin sekarang saya belum mempunyai pekerjaan untuk membantu dalam rumah tangga nantinya, tetapi saya yakin Allah selalu memberikan ridhonya dan memudahkan rejeki kepada orang-orang yang selalu berniat untuk melengkapkan dinulnya. Malah kemarin saya baru dapat pesan dari seorang guru SMA saya “ Tebarkanlah umpan sebanyak-banyaknya, pasti salah satu dari umpan-umpan tadi akan ada yang ditarik”. Saya sangat bersyukur mempunyai guru-guru yang selalu memberikan semangat dan dukungan mereka kepada saya hingga saya bisa menjadi seperti sekarang ini. Terimakasih jasa-jasamu guruku.

Sebulan belakangan ini saya memang agak sibuk dengan segala persiapan untuk 3 dan 4 hari kedepan. Mungkin berat badan saya yang pernah mencapai angka tertinggi pada 53kg, sekarang sudah mulai menurun. Tekanan darah saya yang jarang sekali rendah, akhir-akhir ini selalu mencapai 80-90 *tiba-tiba lupa satuannya, dan memang kemarin juga teman kuliah saya yang mungkin sudah hamper setahun ga jumpa, malah komentar kalau saya makin kurus. Waduhh,, begitu stress kah saya dengan semua ini? Sepertinya beban ini lebih berat dari beban yang dulu pernah saya rasakan di akhir-akhir semester 1 saya waktu S2, waktu itu saya sudah berniat untuk “berhenti” kuliah dan lebih baik kerja, karena melihat mata kuliah yang “busyet” dah, susah seumat😦.

Mungkin udah ga bisa dihitung dengan jari lagi, teman-teman pada nanya “Gimana na perasaannya mau nikah ini? Padahal kalau dilihat-lihat, nina nyante aja”. Yapp,, saya emang ga suka memperlihat perasaan saya yang sebenarnya lewat ekspresi, padahal apa yang dilihat mereka sangat berbeda dengan apa yang saya rasakan sekarang. Semua pada ngomong, “ Loh, nina kan baru 21, masih muda banget, koq bias pengen cepat-cepat nikah? “ Mungkin benar, dulu waktu sebelum saya menginjak umur 20, pernah berniat Cuma pengen nikah kalau udah 23, dan udah punya pekerjaan tetap. Tapi itu dulu, dan sekarang adalah saya, yang tinggal 3 hari lagi akan menjadi “istri” orang. Sampai sekarang saya belum bias percaya, tapi semoga ini menjadi yang terbaik buat saya sekarang ini, amiinn.

Saran saya cuma satu, jangan pernah takut untuk mencoba, karena kita tidak tahu apakah kita berhasil atau tidak. Percaya pada diri, kalau semua yang kita lakukan dengan niat baik dan usaha yang baik akan membuahkan hasil yang baik juga😀