Siapa yang pernah tahu, kapan rejeki kita akan kita dapatkan, karna semua hanya Allah yang tahu. Kita sebagai hamba hanya bisa berusaha dan berdoa, pasrahkan kepada Allah, insyaAllah akan diberikan yang terbaik olehNya.

Tepat tanggal 18 Januari kemaren, saya sangat2 bersyukur, alhamdulillah telah diberikan kehamilan yang sudah berumur 6 minggu. Sungguh gembira melihat hasil USG, dokter mengatakan kalau kantong kehamilannya sudah tampak. Rasanya lengkap sudah kebahagiaanku di awal tahun baru ini, diberikan anugerah terindah hasil cinta kami tepat sebulan sebelum kami akan merayakan anniversary kami yg pertama. Semoga saya dan calon bayi selalu diberikan kesehatan oleh Allah,amiin.

Pernikahan kami tepat di hari cantik, 11 Februari 2011. Awalnya kami berharap langsung diberikan keturunan di awal pernikahan ini. Tapi semua kembali kepada yang di Atas. 2 bulan belum juga hamil, akhirnya kami mulai cek ke dokter. Ternyata masalahnya karna haid yang tidak kunjung datang disebabkan hormon yang kurang stabil. Memang,sejak gadis haid saya tidak pernah teratur, dan hal itu sempat membuat saya takut. Tapi dokter bilang tidak apa-apa, yang penting lebih berusaha saja.

Bulan ke 4 pernikahan kami, haid juga tak kunjung datang. Hal ini membuat kami ingin cek ke dokter yang berbeda. Kali ini kami tidak diberikan obat, hanya konsultasi dan disuruh untuk menunggu secara alami. Bulan ke 5, kebetulan saya pulang kampung untuk sesuatu hal, dianjurkan oleh kakak saya untuk berurut di tukang urut yang ia kenal. Tukang urut mengatakan kalau letak peranakannya tidak teratur, tapi cuma sempat sekali berurut dikarenakan harus kembali ke Tanjungpinang.

Berharap di bulan ke 6 hamil, rupanya haid akhirnya datang juga. Tapi hanya sekedar flek dan sedikit saja darah haidnya. Setelah itu saya tidak lanjut untuk konsultasi ke dokter. Bulan ke 7 , dan hasil searching di google, akhirnya saya mau mencoba alat tes kesuburan, dimana alat tersebut akan memberikan tanda bila memasuki masa subur. 15 hari menggunakannya, tanda subur itu tidak kunjung datang. Mungkin karna disebabkan haid yang juga tidak teratur.

Bulan ke 8 saya mencoba alat kesuburan yang lebih praktis, yaitu ovutest scope. Alat ini hanya menggunakan air liur sebagai pendeteksi masa subur dan bisa digunakan berulang kali, tapi tak juga menemukan tanda2 kesuburan saya. Kembali ke dokter di bulan ke 9, bahwa saya mengeluh sakit perut. Dokter cuma mengatakan itu efek dari haid saya yang tidak teratur. Dokter memberikan vitamin dan asam folat waktu itu dan mengatakan silahkan untuk datang lagi kalau haidnya sudah datang. Saya ingat, ada yang komentar di blog ini tentang terapi alami menggunakan rumput kebar. Rumput ini asli berasal dari papua dan bisa meningkatkan kesuburan. Dengan semangat saya mulai mengkonsumi rumput kebar ini, rutin 2x sehari. Tanpa saya sadari, 2 minggu setelah mengkonsumsi rumput itu, haid saya datang dengan lancar pada tanggal 6 Desember.

Di hari ke 3 haid, saya mengunjungi dokter, dan diberikan obat penyubur serta waktu yang baik untuk berhubungan serta  ucapan dokter “semoga jadi ya”. Obat penyubur mulai dikonsumsi dari H+5 sampai H+10. Rumput kebar tetap saya minum, dan kebetulan juga saya dapat air zamzam dari saudara yang baru pulang haji.  Tidak terlalu berharap, tapi tetap berdoa dan usaha. 2 minggu sebelum jadwal haid bulan depannya, saya mendapat tanda2 akan datang haid. Saya pasrah, mungkin ini belum waktu yang tepat buat saya.

Sejalannya waktu, hingga memasuki tahun baru, saya merasakan lagi gejala2 seperti akan datang haid. Sudah telat 2 hari dari tanggal haid saya seharusnya,  perut rasanya kram. Saya biarkan seminggu lebih, akhirnya saya beranikan diri untuk test pack menggunakan alat yang berbentuk compact. Tanpa terlalu berharap, karna takut makin sedih, ternyata 2 garis yang muncul itu mengejutkan saya. Langsung pagi2 itu saya beri tahu suami hasilnya, dan suami cuma mengatakan alhamdulillah. Saya tahu,betapa gembiranya suami saya , dan mungkin saya yang paling gembira atas hal ini. Saya hanya bisa menangis di dada suami saya pagi itu.

Kebetulan hari minggu, dokter juga sedang ke luar kota, jadi baru 2 hari ke depan saya bisa cek ke dokter, dan dikatakan positif hamil. Di umur saya yang menginjak 22 tahun ini, telah ada kehidupan di dalam perut saya. Ternyata engkau cepat menjawab doa kami, menjawab ikhtiar2 kami selama ini.

Terima kasih, Engkau memberiku anugrah tak terhingga ini (walaupun pada akhirnya niat untuk S3 agak tertunda) tapi alhamdulillah ya Allah.
Terima kasih, Engkau memberikanku kepercayaan untuk bisa mendidik calon titipanMu, di saat banyak pasangan lain yang masih saja berusaha untuk mendapatkan kepercayaanMu.
Terima kasih, Engkau memberikan rizki ini pada saat yang tepat, tidak terlalu awal, dan tidak pula terlalu lama saya menunggunya.
Terima kasih, Terima kasih, dan Terima kasih untuk semuanya yang telah Kau berikan kepadaku…

InsyaAllah nazar kepadamu akan segera saya tunaikan.